Simak Mitos seputar cardio

Simak mitos seputar cardio

Siapa wanita yang tidak ingin sehat, bugar dan tentunya bertubuh langsing? Kardio dianggap sebagian wanita menjadi cara ampuh menurunkan berat badan. Banyak diantara mereka rela meluangkan waktu untuk rutin pergi ke tempat kebugaran atau membeli alat treadmill agar pembakaran kalori tubuh bisa maksimal.

Simak mitos seputar cardio

Namun benarkan latihan kardio terbukti ampuh bisa menurunkan berat badan? Berikut lima mitos soal latihan kardio yang perlu Anda ketahui, seperti dikutip dari laman Women’s Health.

Mitos Pertama – Kardio adalah cara menurunkan berat badan paling cepat

Faktanya, berolahraga memang cara ampuh untuk membakar lemak tubuh, tapi menurunkan berat badan dengan hanya melakukan latihan kardio saja adalah kekeliruan menurut Greg Justice, pelatih kebugaran dari Kansas City

“Kardio hanya membakar lemak pada otot, untuk perubahan yang menyeluruh, Anda perlu mengintegrasikan latihan kekuatan dalam rutinitas seperti latihan beban untuk membangun massa otot yang bisa melancarkan proses metabolisme bahkan ketika Anda berolahraga” ujar Greg.

Mitos Kedua – Latihan kardio tidak akan bermanfaat jika dilakukan kurang dari satu jam

Faktanya sama sekali tidak benar. Semua gerakan tubuh memiliki manfaat untuk membakar kalori. Greg menganjurkan untuk latihan dengan sistem intensitas tinggi interval (HIIT), yang bisa membakar kalori bahkan 38 jam setelah latihan HIIT selesai.

The American Heart Association menyarankan latihan kardio intensitas tinggi yang dibagi dalam tiga sesi selama 20 menit, lalu latihan kardio intensitas sedang dalam 6 sesi selama 30 menit. Bahkan menurut ilmuwan Wayne Westcott, Ph.D melakukan kardio selama 10 menit dengan intensitas tinggi sudah cukup bermanfaat.

Mitos Ketiga – Perut kosong saat latihan kardio bisa membakar lemak secara maksimal

Faktanya sangat keliru, karena hal tersebut akan menyebabkan tubuh kekurangan pasokan lemak dan nutrisi serta cairan penyebab dehidrasi. Beberapa penelitian menunjukkan efek negatif dari hal ini yaitu katabolisme otot alias hilangnya otot.

Disarankan mengonsumsi makanan ringat berserat dan rendah kalori sebelum melakukan kardio.

Mitos Keempat – Sangat penting untuk selalu fokus di zona berlemak saat kardio

Faktanya ini setengah benar, pada dasarnya zona pembakaran lemak seperti jantung sangat baik jika terus diolah dengan latihan kardio intensitas rendah. Westcott, seorang ilmuwan, menjelaskan bahwa total kalori yang terbakar (kalori buruk yang keluar) sangat penting untuk menurunkan berat badan. Analisanya, Jika Anda menjalankan pada tujuh mil per jam, Anda membakar 25 persen hingga 40 kalori dari lemak.

Mitos Kelima – Bersepeda atau berjalan sama saja dengan latihan kardio

Faktanya belum tentu, dengan kata lain jika Anda berjalan atau bersepeda pada medan jalan yang menanjak atau menurun yang membutuhkan injakan pedal rem sehingga bermanfaat membangun otot dan membakar lemak. Gabungan gerakan seperti jongkok, menekuk lutut atau squats sebanding dengan latihan kardio intensitas sedang.